Kebakaran rumah menjadi musibah yang mendatangkan trauma bagi yang mengalaminya, meski tempat tinggal sudah dilindungi asuransi kebakaran rumah sekalipun. Sayangnya, kebakaran rumah bisa terjadi bukan hanya karena kesalahan Anda saja, tetapi juga ketika rumah di sekitar tempat tinggal Anda mengalami musibah ini. Itulah sebabnya, ketika ada satu rumah yang mulai terbakar, biasanya semua orang yang tinggal di sekitarnya akan berusaha sekuat tenaga untuk ikut memadamkan.

Namun, Anda harus sangat waspada saat melakukan tindakan bantuan ini. Sebab saat api mencapai titik tertentu, api tersebut bisa menjadi sangat berbahaya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tahapan perkembangan api saat terjadi kebakaran:

  1. Incipient

Ini merupakan tahapan awal terjadinya kebakaran. Cepat atau lambatnya perkembangan tahapan ini dipengaruhi oleh 3 unsur utama pembentuk api, yaitu panas (heat), bahan bakar (fuel), dan oksigen. Ketika masih berada di tahap ini, nyala api masih sangat kecil atau bahkan belum ada sama sekali. Namun, hawa panas dan asap mulai muncul dan memenuhi udara. Jika masih berada pada tahap ini, kebakaran masih mungkin dicegah dengan menghilangkan salah satu unsur pembentuk api yang telah disebutkan di atas.

  1. Growth

Pada tahap ini struktur api dan oksigen bergabung sebagai bahan bakar untuk perkembangan nyala api. Dalam kondisi ini, suhu bagian atas ruangan akan lebih tinggi dan bisa mencapai 700OC karena udara dengan suhu rendah akan ditekan ke bawah ruangan hingga akhirnya habis dan berganti menjadi suhu panas. Ada banyak hal yang bisa mempercepat atau memperlambat perkembangan tahapan ini ke tahap selanjutnya, seperti tinggi langit-langit ruangan, jumlah oksigen, dan jenis barang yang ada di sekitar api (mudah terbakar atau tidak). Namun umumnya, tahapan ini berkembang dengan cepat dan menjadi tahapan paling berbahaya dan dapat menyebabkan gugurnya korban, baik akibat terperangkap, kecelakaan, dan sebagainya.

  1. Fully Developed

Pada tahap ini, semua barang mudah terbakar yang menjadi bahan bakar nyala api sudah habis terbakar. Itulah sebabnya tahapan ini disebut sebagai fully developed stages. Suhu api ketika mencapai tahap ini merupakan yang paling tinggi sehingga pemadaman secara langsung sangat tidak disarankan.

  1. Decay

Ini merupakan tahap perkembangan api yang paling terakhir dan paling lama. Pada tahap ini, oksigen yang digunakan pada proses perkembangan api bersama bahan bakar mulai berkurang secara perlahan sehingga api mulai padam. Namun, bukan berarti tahap ini menandakan api sudah aman. Sebab, terkadang ada sumber api yang sebelumnya tidak terdeteksi kemudian tiba-tiba menyala kembali ketika menemukan unsur pendukungnya.

Api adalah sesuatu yang kompleks dan sangat berbahaya. Bukan ketika Anda berniat membantu proses pemadaman, bisa-bisa Anda justru semakin mempersulit petugas pemadam kebakaran. Itulah sebabnya, jika musibah ini terjadi di sekitar Anda dan petugas pemadam kebakaran sudah tiba, dengarkan semua instruksinya agar proses pemadaman dapat berjalan dengan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *